
Dunia pendidikan makin seru dan kreatif! Kali ini, dua guru kece dari SMK Telkom Sidoarjo, Pak Shandi dan Bu Galuh unjuk aksi keren di hadapan para guru bahasa Jawa tingkat SMP se-Kabupaten Sidoarjo! Dalam acara MGMP yang digelar khusus untuk guru tingkat SMP, keduanya membagikan ilmu tentang bagaimana membuat media pembelajaran bahasa Jawa yang lebih interaktif, kreatif, dan pastinya berbasis teknologi. Di era serba digital ini, siapa bilang pelajaran lokal seperti bahasa Jawa nggak bisa tampil kekinian? Justru, lewat pendekatan yang out of the box, mereka membuktikan bahwa tradisi dan teknologi bisa jalan bareng tanpa saling tabrakan. Keren banget, kan?
Dengan penuh semangat, Pak Shandi dan Bu Galuh menunjukkan bahwa pelestarian budaya lokal bisa jalan beriringan dengan perkembangan zaman. Lewat presentasi, demo aplikasi, dan tips pengajaran digital, mereka mengajak para guru untuk lebih kreatif saat mengajar bahasa Jawa. Nggak sekadar papan tulis dan buku, kini ada animasi, kuis digital, hingga media interaktif yang bisa buat siswa makin betah belajar. MGMP kali ini pun terasa beda, lebih hidup, seru, dan membuka wawasan bahwa teknologi bisa jadi sahabat budaya.
Langkah kecil dari SKOMDA ini jadi bukti nyata bahwa inovasi nggak harus nunggu momen besar. Cukup dengan niat, kolaborasi, dan keberanian untuk mencoba hal baru, dunia pendidikan bisa terus bergerak maju. Buat generasi muda, ini juga jadi sinyal bahwa bahasa Jawa bukan mata pelajaran “jadul”, tapi punya potensi besar untuk dikembangkan secara modern. Jadi, yuk, dukung terus para guru keren yang nggak pernah lelah berbagi dan berinovasi! Dari SKOMDA untuk Sidoarjo, dari bahasa Jawa untuk masa depan yang lebih ciamik!
